KUIS MATERI DASAR
TENTANG
PENCEMARAN PERAIRAN
DI SUSUN OLEH
KHILAL
ADITYA
(
2018154243028 )
DOSEN PENGAMPU
Luh Gede Sumahira Dewi S.Pi
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN
UPATMA
|
Bacalah wacana di bawah dan
jawablah dengan baik dan tepat
Wacana 1 untuk soal no. 1-3
Daerah
rumah Tika terdapat sebuah sungai yang airnya jernih karena berasal dari
pegunungan. Air tersebut dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari. Sungai
tersebut dijadikan sumber air minum dan tempat mencuci pakaian warga sekitar.
Beberapa tahun kemudian, sungai tersebut tercemar oleh detergen akibat sering
dipergunakan untuk mencuci. Selain itu, sungai mulai dipenuhi eceng gondok dan
ikan yang ada di sungai jumlahnya berkurang. Sekarang ini, mendapatkan air
bersih untuk diminum dan memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sulit.
Pertanyaan
1. Buatlah
minimal 3 pertanyaan yang sesuai dengan informasi di atas!
2. Buatlah
jawaban yang sesuai dari pertanyaan yang diajukan!
3. Tuliskan
3 cara mengatasi pencemaran air pada wacana di atas!
JAWABAN
1. Pertanyaan
ku,
A.
Siapakah yang sering membuang limbah detergen ke sungai
? dan Mengapa.!
B.
Jelaskan definisi singkat Ekosistem Sungai ?
C.
Jelaskan secara Singkat Padat dan jelas pengaruh Eceng Gondok pada ekosistem perairan.?
2. Jawaban
ku,
A.
Yang paling sering membuang limbah detergen ke sungai
adalah Tika beserta keluarga, karena jarak sungai yang dekat pemukiman , dan rendahnya ilmu
pengetahuan tentang perairan memungkinkan warga untuk membuang limbahnya ke
sungai tersebut.
B.
Ekosistem
Sungai
Seperti
namanya, ekosistem sungai ini mempunyai arti sebagai ekosistem yang berada di
daerah sungai. Ekosistem sungai ini berarti segala macam interaksi atau
hubungan timbal balik dari makhluk hidup dan juga lingkungannya yang mana
meliputi kawasan atau daerah sungai meliputi di sepanjang wilayah Daerah Aliran
Sungai, dari hulu sungai, badan sungai, dan juga hilir sungai, dan bahkan muara
sungai dan berakhir pad laut lepas. Ekosistem sungai ini mempunyai suatu ciri khas.
Ciri
khas yang dimiliki oleh ekosistem sungai ini adalah adanya aliran air yang
searah sehingga memungkinkan adanya perubahan fisik dan kimia di dalamnya yang
berlangsung secara terus menerus. Selain ciri khas tersebut, kita juga dapat
menemukan beragam ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem sungai
ini. Beberapa ciri atau karakteristik
utama yang dimiliki oleh ekosistem sungai antara lain:
a.
Adanya
air yang terus mengalir dari arah hulu menuju ke arah hilir.
b.
Terdapat
variasi kondisi fisik dan juga kimia dalam tingkat aliran air yang sangat
tinggi.
c.
Adanya
perubahan kondisi fisik dan juga kimia yang berlangsung secara terus menerus.
d.
Dihuni
oleh berbagai macam tumbuhan dan juga binatang yang telah beradaptasi dalam
kondisi aliran air.
C.
Pengaruh
Eceng Gondok
Penyebaran
eceng gondok yang tidak terkendali tentu akan menyebabkan gangguan lingkungan.
Dampak negatif yang ditimbulkannya pun cukup banyak, antara lain:
a.
Meningkatnya
Penguapan Air
Populasi enceng gondok yang terlalu banyak akan
berpengaruh terhadap meningkatnya penguapan karena daun-daun eceng gondok yang
lebar serta pertumbuhannya yang cepat.
b.
Berkurangnya
Intensitas Cahaya dan Oksigen Terlarut
Akibat jumlah enceng gondok yang berlebihan, maka
cahaya matahari tidak dapat menembus perairan. Selain itu, adanya eceng gondok
juga mengakibatkan penurunan oksigen terlarut dalam air sehingga dapat
menyebabkan gangguan ekosistem air.
c.
Menyebabkan
Pendangkalan
Eceng gondok yang telah mati akan tenggelam ke dasar
perairan, hal ini akan mempercepat proses sedimentasi atau pendangkalan.
Akibatnya adalah daya tampung danau atau sungai akan berkurang dan dapat
memperbesar risiko bencana banjir.
d.
Transportasi
Air Terganggu
Bagi masyarakat yang mengandalkan alat transportasi
sungai seperti perahu untuk penyeberangan sungai, tentu adanya tumbuhan eceng
gondok dapat menjadi penghambat kelancaran transportasi air. Contohnya adalah
daerah-daerah di Kalimantan yang masyarakatnya banyak menggunakan rakit sebagai
transportasi utama.
e.
Tempat
Berkembangbiak Bakteri
Bakteri tertenru dapat berkembang pesat pada habitat
perairan enceng gondok. Apabila dibiarkan, hal ini akan berpeluang menimbulkan
wabah penyakit bagi manusia.
f.
Mengurangi
Nilai Estetika
Selain menganggu arus atau debit air, serta kehidupan
perairan. Waduk, danau atau sungai yang tertutup oleh tanaman enceng gondok
akan berkurang nilai keindahannya
3.
Cara
mengatasi Pencemaran air ( Pada Wilayah Sungai Tika)
a.
Limbah rumah tangga dalam bentuk cair dialirkan ke
dalam bak penampungan supaya tidak terjadi pencemaran pada sumber air dan juga
untuk menghindari bau yang tidak sedap.
b.
Menghindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan
serta mencegah supaya tidak ikut larut ke danau ataupun sungai.
c.
Pada setiap rumah harus memiliki bak pembuangan dan
penampungan limbah sebelum di buang ke sungai, limbah tersebut harus sudah
diolah dengan cara biologis, kimia, ataupn fisika.
d.
Sampah plastik, karet, serta kaleng dapat di daur
ulang menjadi bahan yang lebih berguna.
e.
Dan yang terpenting, ketika warga mencuci di sungai itu, Limbah (sisa air cucian) di
buang ke daratan bukan dibuang ke
sungai
Wacana 2
untuk soal no 4-6
Perairan teluk Jakarta merupakan
perairan yang relatif dangkal dengan kedalaman rata-rata 15 m. selain itu air
laut teluk Jakarta mempunyai kualitas yang rendah karena banyaknya zat-zat
serta partikel berbahaya yang jumlahnya telah melampaui batas baku mutu air
laut.
Pertanyaan
4.
Tuliskan minimal 3 sumber polutan yang mungkin akan
mencemari perairan
5.
Tuliskan 3 dampak yang ditimbulkan akibat adanya zat
serta partikel berbahaya terhadap masyarakat di sekitar teluk Jakarta!
6.
Apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi
pencemaran yang terjadi di sekitar teluk Jakarta?
Jawaban
4.
Sumber Pencemaran Air
a.
Limbah industri
biasanya dari pabrik.
b.
Limbah pertanian.
c.
Limbah rumah tangga
5.
Dampak zat berbahaya untuk masyarakat sekitarnya
a.
Dampak kesehatan
Zat berbahaya,
tentu menyebabkan berbagai efek buruk untuk kesehatan baik lingkungan perairan maupun manusia.
Selain itu, zat berbahaya seperti karbon hitam dan nitrogen oksida yang
terdapat, dapat meningkatkan risiko terjadinya larutan racun pada air dan ketika dikonsumsi walau sedikit dapat
mempengaruhi kesehatan tubuh, menghambat system jaringan pd tubuh,
b.
Dampak Ekosistem
Yang paling
beresiko adalah biota-biota yang hidup pada perairan itu, apapun jenis
zat-zat/Partikel berbahaya yang berada pada suatu perairan akan mempengaruhi
hidup dari pada hewan-hewan yang berada pada perairan tersebut.
c.
Dampak
rumah tangga
umumnya air
merupakan kebutuhan utama manusia untuk mandi dan mencuci tentu akan
berpengaruh besar ketika suatu perairan tercemar, perairan tersebut tidak bisa lagi untuk
dimanfaatkan, baik untuk skala kecil maupun skala besar untuk hidup
Dan masih banyak lagi dampak zat/partikel berbahaya
yang mempengaruhi perairan.
6. Untuk mengurangi pencemaran
a.
Memperdalam
sungai, dengan proses Pengerukan dasar, dan memperbesar
luas sungai
b.
Mempagar, badan sungai dengan beton/kawat, agar masyarakat
tidak membuang limbah ke sungai
c.
Mempertegas
sanksi/hukuman, bagi masyarakat
yang membuang limbah/zat/partikel berbahaya ke sungai.
Dan lain-lain
Wacana 3 untuk soal nomor 7-9
Pertanian dan perkebunan masih
banyak kita jumpai di daerah pedesaan. Hasil panen yang berlimpah dan
berkualitas tentu menjadi keinginan para petani. Sementara itu, untuk
memperoleh hasil tersebut, tidak cukup hanya menyiram tanaman dan pemupukan.
Penggunaan pestisida untuk penanggulangan hama juga diperlukan. Namun,
kurangnya pengetahuan tentang penggunaan pestisida masih harus ditingkatkan
agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan di wilayah pertanian.
7. Buatlah
minimal 3 pertanyaan yang sesuai dengan informasi di atas!
8. Buatlah
jawaban yang sesuai dari pertanyaan yang diajukan!
9. Jelaskan
pengaruh penggunaan pestisida yang berlebihan terhadap lingkungan perairan?
Jawaban
7.
Pertanyaan ku.
a.
Pestisida apaan yaah…?
b.
Pengaruh/dampak/fungsi/kerugian/ yang besar terhadap
penggunaan pestisida, baik dalam penggunaan sedikit maupun banyak!!!
c.
Cara pencegahan limbah pestisida?
8.
Jawaban ku.
a.
PESTISIDA
Berdasarkan
asal katanya pestisida berasal dari bahasa inggris yaitu pest berarti hama dan
cida berarti pembunuh. Yang dimaksud dengan hama bagi petani sangat luas
yaitu : tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh
fungi (jamur), bakteria dan virus,nematoda (cacing yang merusak akar), siput,
tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.
Pestisida yang digunakan
di bidang pertanian secara spesifik sering disebut produk perlindungan tanaman
(crop protection products) untuk membedakannya dari produk-produk yang
digunakan dibidang lain. mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan
penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan
pada tanaman, tanah dan air. Pengelolaan
pestisida adalah kegiatan meliputi pembuatan, pengangkutan, penyimpanan,
peragaan, penggunaan dan pembuangan / pemusnahan pestisida. Selain
efektifitasnya yang tinggi, pestisida banyak menimbulkan efek negatif yang
merugikan. Dalam pengendalian pestisida sebaiknya pengguna mengetahui sifat
kimia dan sifat fisik pestisida, biologi dan ekologi organisme pengganggu
tanaman.
·
Jenis
Pestisida
Pestisida
oleh para ahli dikelompokan untuk mempermudah pengenalanya. Pestisida
dapat dikelompokkan berdasarkan jenis sasaran, bentuk fisik, bentuk formulasi,
cara kerjanya, cara masuk, golongan senyawa, dan asal bahan aktifnya.Ditinjau
dari jenis organisme yang menjadi sasaran penggunaan pestisida dapat
dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:
1.
Insektisida
2.
Fungisida
3.
bakterisida
4.
Nermatisida
5.
Akarisida
atau mitisida
6.
Rodenstisida
7.
Moluskisida
8.
Herbisida
9.
Ovisida
10.
Piscisida
11.
Termisida
·
Berdasarkan
Sifat dan Cara Kerja Racun Pestisida
1.
Racun
Kontak,
2.
Racun Pernafasan (Fumigan),
3.
Racun Lambung termakan serta masuk ke dalam
organ pencernaannya
4.
Racun
Sistemik,
5.
Racun
Metabolisme,
6.
Racun
Protoplasma,
·
Berdasarkan
Bentuk Fisiknya Pestisida dapat berupa
1.
Cair.
2.
Padat
3.
Aerosol
·
Berdasarkan
asal bahan aktif, pestisida dapat digolongkan menjadi :
1.
Sintetik
Anorganik
2.
Organik
Organo khlorin : DDT, SHC, endrin, dieldrin, dll.
3.
Heterosiklik
: Kepone, mirexOrganofosfat : klorpirifos, prefonofos, dll.
4.
Karbamat
: karbofuran, SPMC, dll. Dinitrofenol : Dinex, dll.
b.
(enam) Pengaruh
penggunaan Pestisida
1.
Tanaman Yang Ditanam Rusak
Tanaman yang bagus adalah tanaman yang
pertumbuhannya baik dan dapat dilihat dari kondisi tanaman apakah sehat atau
tidak. Beberapa ilmuan dan peneliti memiliki beberapa kategorinya masing-masing
karena setiap tanaman berbeda. Tanaman yang menggunakan pestisida berlebihan
bisa dibilang berpotensi mengalami kerusakan. Kondisi seperti munculnya bercak
pada daun, kondisi buah banyak yang rusak dan perubahan pada warna daun.
2. Pertumbuhan Tanaman Tidak Normal
Penggunaan pestisida berlebihan tidak
hanya menyebabkan tanaman rusak tetapi membuat pertumbuhan tanaman tidak
normal. Kondisi seperti kerdil tidak hanya disebabkan oleh kurangnya nutrisi
pada tanaman tetapi bisa disebabkan karena penggunaan pestisida yang
menyebabkan kerusakan pada tanaman sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman
menjadi tidak normal. Pertumbuhan demikian lebih menunjukkan ke arah negatif.
3. Kandungan Nutrisi Tanaman Bercampur Dengan
Pestisida
Beberapa tanaman yang memiliki lapisan
kulit yang tipis akan lebih mudah menyerap cairan yang berada di atasnya. Hal
ini bisa terjadi pada penggunaan pestisida. Beberapa petani menggunakan
pestisida cair dengan teknik semprot karena sangat mudah dalam aplikasinya.
Namun karakteristik tanaman yang memiliki lapisan kulit yang tipis atau tidak
memiliki lapisan kulit akan lebih mudah menyerap pestisida jika dibandingkan
dengan tanaman yang memiliki kulit yang tebal. Hal ini bisa berdampak pada
kandungan nutrisi pada tanaman yang ditanaman bisa bercampur dengan pestisida.
4. Predator Alami Berkurang
Hama pada tanaman pastinya berbeda-beda.
Pada konsep rantai makanan pastinya setiap individu tidak hanya
memiliki 1 predator saja. Misalnya ulat yang mengkonsumsi daun pada tanaman
sehingga daun akan lebih mudah bolong dan muncul benjol-benjol terutama pada
tanaman jambu. Pada saat hama ulat hilang tentunya menjadi keberkahan
tersendiri. Namun hama pada jambu tidak hanya ulat saja, ada beberapa hama
jambu seperti lalat buah. Bisa saja pada saat petani menyemprotkan cairan
pestisida tidak menyebabkan hama lalat buah mati. Hal ini bisa menyebabkan
masalah baru bukan ?.
5. Muncul Hama Baru
Seperti penjelasan sebelumnya,
berkurangnya hama predator alami pada tanaman berkurang bisa menyebabkan
munculnya hama baru. Munculnya hama baru tentunya penggunaan pestisida akan
lebih ditingkatkan sehingga penggunaan pestisida bisa berlebihan.
6. Biaya Perawatan Lebih Mahal
Faktor hama predator alami berkurang dan muncul
hama serta penyakit baru tanaman, dapat menyebabkan biaya perawatan tanaman
lebih mahal. Oleh karena itu petani bisa mengantisipasi dengan menggunakan
bahan alami dalam penggunaan pestisidanya. Walaupun membutuhkan jumlah yang
lebih banyak, justru petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih mahal.
9. Pengaruh limbah pestisida untuk perairan
a.
Merusak ekosistem
dan keanekragaman Hayati
Pestisida Terbukti Merusak Ekosistem Air, kualitas
air, kuantitas air, Penelitian terbaru di Eropa dan Australia berhasil
membuktikan dampak penggunaan pestisida terhadap rusaknya keanekaragaman hayati
dalam sungai dan aliran air. Penggunaan pestisida mengurangi jumlah
invertebrata di dua wilayah ini hingga 42%. Invertebrata adalah hewan yang
tidak bertulang belakang seperti amoeba, cacing, lalat, capung, kupu-kupu dsb.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the US
Academy of Sciences (PNAS), (17/6).Mikhail A. Beketov dan Matthias Liess , menganalisis
dampak pestisida seperti insektisida dan fungisida, terhadap keanekaragaman
hayati invertebrata dalam air yang mengalir. Hasilnya, berdasarkan analisis
data, tim peneliti menemukan kerusakan keanekaragaman hayati regional yang
cukup signifikan, terutama berkurangnya jumlah serangga dalam air dan
invertebrata air tawar yang lain. Perbedaan keanekaragaman hayati antara
wilayah yang tercemar berat pestisida dan wilayah yang tidak tercemar mencapai
42% di Eropa dan 27% di Australia.
b.
Merusak
Biota/Hewan air
Tim peneliti juga menemukan, berkurangnya keanekaragaman
hayati juga dipicu oleh hilangnya sejumlah spesies akibat penggunaan pestisida.
Spesies-spesies ini termasuk berbagai jenis serangga dan capung, yang menjadi
sumber makanan penting bagi hewan-hewan lain dalam rantai makanan, termasuk
bagi ikan dan burung. Keanekaragaman
biologi dalam air hanya bisa dijaga oleh hewan-hewan ini, yang menjadi
indikator kualitas air di wilayah-wilayah tersebut. Temuan lain yang
mengkhawatirkan adalah, dampak pestisida terhadap hewan-hewan kecil ini sudah
masuk dalam level yang sangat parah (catastrophic) sesuai dengan peraturan
terbaru yang digariskan di Uni Eropa.
c.
Merusak
rantai makanan
d.
Dan masih
banyak lagi, pengaruh pestisida ini untuk perairan
Perhatikan gambar dibawah ini
untuk menjawab soal nomor 10-11

10. Setelah
kalian mengamati gambar tersebut, apakah sumber pencemaran yang paling dominan
mencemari sungai? Jelaskan alasannya (2 alasan)
11. Jelaskan
kemungkinan dampaknya bagi mahluk hidup yang ada di dalam sungai dan manusia
yang tinggal di sekitar sungai!
Jawaban ku,
10. Setelah
saya mengamati gambar tersebut dengan Mata Batin, sumber pencemaran
yg dominan,
a.
Sampah Organik,
b.
Sampah Anorganik
c.
Sampah Rumah Tangga,
Ø Detergen
Ø Zat-zat kimia
Ø Kotoran
11.
Kemungkinan dampak yg akan timbul,
a.
Dampak untuk dalam sungai
Ø Apapun
jenis Ikan yang hidup pada air itu sudah pasti mati, karena setelah melihat
saja mulai dari warna air , Do, keasaman, kadar protein, kecerahan,pH, tidak
Nampak seperti sebuah perairan namun terlihat seperti gumpalan racun-racun dan virus yang berlimpah ruah.
Ø Ekosistem
kehidupan microorganisme, organisme, jaringan menjadi hancur
Ø Biota-biota
akan sedikit, bahkan tidak ada
Ø Bakteri
sangat melimpah.
b.
Dampak untuk manusia
Ø Tidak adanya sumber air untuk kehidupan, seperti
·
Sumber air minum
·
Sumber air mandi
·
Nyuci
·
Membersihkan tubuh
·
Membersihkan alat-alat
Ø Limbah
zat kimia dapat di temukan pada sabun, detergen, shampoo, sisa oli, dapat menyebabkan lingkungan air menjadi racun, dan bisa kembali
lagi mempengaruhi oksigen pada udara
Ø Disamping
itu, menyebabkan banjir
Ø Tertumpuknya
sampah menjadi gunung-gunung racun
Ø Bisa menyebabkan kematian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar