Senin, 06 April 2020

KUIS MATERI DASAR TENTANG PENCEMARAN PERAIRAN


KUIS MATERI DASAR
TENTANG
PENCEMARAN PERAIRAN


 







DI SUSUN OLEH
KHILAL ADITYA
( 2018154243028 )







DOSEN PENGAMPU

Luh Gede Sumahira Dewi S.Pi










PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN
UPATMA

2020









Nama   : Hilal Aditya
NIM     : 2018154243028
Prodi    : BP
 

KUIS MATA KULIAH PENCEMARAN PERAIRAN


Bacalah wacana di bawah dan jawablah dengan baik dan tepat
Wacana 1 untuk soal no. 1-3
Daerah rumah Tika terdapat sebuah sungai yang airnya jernih karena berasal dari pegunungan. Air tersebut dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari. Sungai tersebut dijadikan sumber air minum dan tempat mencuci pakaian warga sekitar. Beberapa tahun kemudian, sungai tersebut tercemar oleh detergen akibat sering dipergunakan untuk mencuci. Selain itu, sungai mulai dipenuhi eceng gondok dan ikan yang ada di sungai jumlahnya berkurang. Sekarang ini, mendapatkan air bersih untuk diminum dan memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sulit.
Pertanyaan
1.      Buatlah minimal 3 pertanyaan yang sesuai dengan informasi di atas!
2.      Buatlah jawaban yang sesuai dari pertanyaan yang diajukan!
3.      Tuliskan 3 cara mengatasi pencemaran air pada wacana di atas!
JAWABAN
1.      Pertanyaan ku,
                             A.            Siapakah yang sering membuang limbah detergen ke sungai ? dan Mengapa.!
                             B.            Jelaskan definisi singkat Ekosistem Sungai  ?
                             C.            Jelaskan secara Singkat Padat dan jelas  pengaruh Eceng Gondok  pada ekosistem  perairan.?
2.      Jawaban ku,
                             A.            Yang paling sering membuang limbah detergen ke sungai adalah Tika beserta keluarga, karena jarak sungai yang dekat pemukiman , dan rendahnya ilmu pengetahuan tentang perairan memungkinkan warga untuk membuang limbahnya ke sungai tersebut.

                             B.            Ekosistem Sungai
            Seperti namanya, ekosistem sungai ini mempunyai arti sebagai ekosistem yang berada di daerah sungai. Ekosistem sungai ini berarti segala macam interaksi atau hubungan timbal balik dari makhluk hidup dan juga lingkungannya yang mana meliputi kawasan atau daerah sungai meliputi di sepanjang wilayah Daerah Aliran Sungai, dari hulu sungai, badan sungai, dan juga hilir sungai, dan bahkan muara sungai dan berakhir pad laut lepas. Ekosistem sungai ini mempunyai suatu ciri khas.
            Ciri khas yang dimiliki oleh ekosistem sungai ini adalah adanya aliran air yang searah sehingga memungkinkan adanya perubahan fisik dan kimia di dalamnya yang berlangsung secara terus menerus. Selain ciri khas tersebut, kita juga dapat menemukan beragam ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem sungai ini. Beberapa ciri atau karakteristik utama yang dimiliki oleh ekosistem sungai antara lain:
                                                                   a.            Adanya air yang terus mengalir dari arah hulu menuju ke arah hilir.
                                                                  b.            Terdapat variasi kondisi fisik dan juga kimia dalam tingkat aliran air yang sangat tinggi.
                                                                   c.            Adanya perubahan kondisi fisik dan juga kimia yang berlangsung secara terus menerus.
                                                                  d.            Dihuni oleh berbagai macam tumbuhan dan juga binatang yang telah beradaptasi dalam kondisi aliran air.
                             C.            Pengaruh Eceng Gondok
            Penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali tentu akan menyebabkan gangguan lingkungan. Dampak negatif yang ditimbulkannya pun cukup banyak, antara lain:
                                                      a.            Meningkatnya Penguapan Air
Populasi enceng gondok yang terlalu banyak akan berpengaruh terhadap meningkatnya penguapan karena daun-daun eceng gondok yang lebar serta pertumbuhannya yang cepat.
                                                      b.            Berkurangnya Intensitas Cahaya dan Oksigen Terlarut
Akibat jumlah enceng gondok yang berlebihan, maka cahaya matahari tidak dapat menembus perairan. Selain itu, adanya eceng gondok juga mengakibatkan penurunan oksigen terlarut dalam air sehingga dapat menyebabkan gangguan ekosistem air.
                                                       c.            Menyebabkan Pendangkalan
Eceng gondok yang telah mati akan tenggelam ke dasar perairan, hal ini akan mempercepat proses sedimentasi atau pendangkalan. Akibatnya adalah daya tampung danau atau sungai akan berkurang dan dapat memperbesar risiko bencana banjir.
                                                      d.            Transportasi Air Terganggu
Bagi masyarakat yang mengandalkan alat transportasi sungai seperti perahu untuk penyeberangan sungai, tentu adanya tumbuhan eceng gondok dapat menjadi penghambat kelancaran transportasi air. Contohnya adalah daerah-daerah di Kalimantan yang masyarakatnya banyak menggunakan rakit sebagai transportasi utama.
                                                       e.            Tempat Berkembangbiak Bakteri
Bakteri tertenru dapat berkembang pesat pada habitat perairan enceng gondok. Apabila dibiarkan, hal ini akan berpeluang menimbulkan wabah penyakit bagi manusia.
                                                        f.            Mengurangi Nilai Estetika
Selain menganggu arus atau debit air, serta kehidupan perairan. Waduk, danau atau sungai yang tertutup oleh tanaman enceng gondok akan berkurang nilai keindahannya

3.      Cara mengatasi Pencemaran air ( Pada Wilayah Sungai Tika)
                                                      a.            Limbah rumah tangga dalam bentuk cair dialirkan ke dalam bak penampungan supaya tidak terjadi pencemaran pada sumber air dan juga untuk menghindari bau yang tidak sedap.
                                                      b.            Menghindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan serta mencegah supaya tidak ikut larut ke danau ataupun sungai.
                                                       c.            Pada setiap rumah harus memiliki bak pembuangan dan penampungan limbah sebelum di buang ke sungai, limbah tersebut harus sudah diolah dengan cara biologis, kimia, ataupn fisika.
                                                      d.            Sampah plastik, karet, serta kaleng dapat di daur ulang menjadi bahan yang lebih berguna.
                                                       e.            Dan yang terpenting, ketika warga mencuci di sungai itu, Limbah (sisa air cucian) di buang ke daratan bukan dibuang ke sungai


Wacana 2
untuk soal no 4-6
            Perairan teluk Jakarta merupakan perairan yang relatif dangkal dengan kedalaman rata-rata 15 m. selain itu air laut teluk Jakarta mempunyai kualitas yang rendah karena banyaknya zat-zat serta partikel berbahaya yang jumlahnya telah melampaui batas baku mutu air laut.
Pertanyaan
4.      Tuliskan minimal 3 sumber polutan yang mungkin akan mencemari perairan
5.      Tuliskan 3 dampak yang ditimbulkan akibat adanya zat serta partikel berbahaya terhadap masyarakat di sekitar teluk Jakarta!
6.      Apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi pencemaran yang terjadi di sekitar teluk Jakarta?

Jawaban
4.      Sumber Pencemaran Air
                               a.            Limbah industri biasanya dari pabrik.
                               b.            Limbah pertanian.
                                c.            Limbah rumah tangga



5.      Dampak zat berbahaya untuk masyarakat sekitarnya

                  a.            Dampak kesehatan
Zat berbahaya, tentu menyebabkan berbagai efek buruk untuk kesehatan baik lingkungan perairan maupun manusia. Selain itu, zat berbahaya seperti karbon hitam dan nitrogen oksida yang terdapat, dapat meningkatkan risiko terjadinya larutan racun pada air dan ketika dikonsumsi walau sedikit dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, menghambat system jaringan pd tubuh,  
                  b.            Dampak Ekosistem
Yang paling beresiko adalah biota-biota yang hidup pada perairan itu, apapun jenis zat-zat/Partikel berbahaya yang berada pada suatu perairan akan mempengaruhi hidup dari pada hewan-hewan yang berada pada perairan tersebut.
                   c.            Dampak rumah tangga
umumnya air merupakan kebutuhan utama manusia untuk mandi dan mencuci tentu akan berpengaruh besar ketika suatu perairan tercemar,  perairan tersebut tidak bisa lagi untuk dimanfaatkan, baik untuk skala kecil maupun skala besar untuk hidup

Dan masih banyak lagi dampak zat/partikel berbahaya yang mempengaruhi perairan.

6.      Untuk mengurangi pencemaran

                  a.            Memperdalam sungai, dengan proses Pengerukan dasar, dan memperbesar luas sungai
                  b.            Mempagar, badan sungai dengan beton/kawat, agar masyarakat tidak membuang limbah ke sungai
                   c.            Mempertegas sanksi/hukuman, bagi masyarakat yang membuang limbah/zat/partikel berbahaya ke sungai.
Dan lain-lain


Wacana 3 untuk soal nomor 7-9
            Pertanian dan perkebunan masih banyak kita jumpai di daerah pedesaan. Hasil panen yang berlimpah dan berkualitas tentu menjadi keinginan para petani. Sementara itu, untuk memperoleh hasil tersebut, tidak cukup hanya menyiram tanaman dan pemupukan. Penggunaan pestisida untuk penanggulangan hama juga diperlukan. Namun, kurangnya pengetahuan tentang penggunaan pestisida masih harus ditingkatkan agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan di wilayah pertanian.
7.      Buatlah minimal 3 pertanyaan yang sesuai dengan informasi di atas!
8.      Buatlah jawaban yang sesuai dari pertanyaan yang diajukan!
9.      Jelaskan pengaruh penggunaan pestisida yang berlebihan terhadap lingkungan perairan?
Jawaban
7.      Pertanyaan ku.
                               a.            Pestisida apaan yaah…?
                              b.            Pengaruh/dampak/fungsi/kerugian/ yang besar terhadap penggunaan pestisida, baik dalam penggunaan sedikit maupun banyak!!!
                               c.            Cara pencegahan limbah pestisida?
8.      Jawaban ku.

a.      PESTISIDA
Berdasarkan asal katanya pestisida berasal dari bahasa inggris yaitu pest berarti hama dan cida berarti pembunuh. Yang dimaksud dengan hama bagi petani sangat luas yaitu : tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus,nematoda (cacing yang merusak akar), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.

            Pestisida yang digunakan di bidang pertanian secara spesifik sering disebut produk perlindungan tanaman (crop protection products) untuk membedakannya dari produk-produk yang digunakan dibidang lain. mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air. Pengelolaan pestisida adalah kegiatan meliputi pembuatan, pengangkutan, penyimpanan, peragaan, penggunaan dan pembuangan / pemusnahan pestisida. Selain efektifitasnya yang tinggi, pestisida banyak menimbulkan efek negatif yang merugikan. Dalam pengendalian pestisida sebaiknya pengguna mengetahui sifat kimia dan sifat fisik pestisida, biologi dan ekologi organisme pengganggu tanaman.
·         Jenis Pestisida
Pestisida oleh para ahli dikelompokan untuk mempermudah pengenalanya. Pestisida dapat dikelompokkan berdasarkan jenis sasaran, bentuk fisik, bentuk formulasi, cara kerjanya, cara masuk, golongan senyawa, dan asal bahan aktifnya.Ditinjau dari jenis organisme  yang menjadi sasaran penggunaan pestisida dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:
1.      Insektisida
2.      Fungisida
3.      bakterisida
4.      Nermatisida
5.      Akarisida atau mitisida
6.      Rodenstisida
7.      Moluskisida
8.      Herbisida
9.      Ovisida
10.  Piscisida
11.  Termisida

·         Berdasarkan Sifat dan Cara Kerja Racun Pestisida
1.      Racun Kontak, 
2.       Racun Pernafasan (Fumigan), 
3.       Racun Lambung termakan serta masuk ke dalam organ pencernaannya
4.      Racun Sistemik, 
5.      Racun Metabolisme, 
6.      Racun Protoplasma,  
·         Berdasarkan Bentuk Fisiknya Pestisida dapat berupa
1.      Cair.
2.      Padat
3.      Aerosol

·         Berdasarkan asal bahan aktif, pestisida dapat digolongkan menjadi :
1.      Sintetik Anorganik
2.      Organik Organo khlorin : DDT, SHC, endrin, dieldrin, dll.
3.      Heterosiklik : Kepone, mirexOrganofosfat : klorpirifos, prefonofos, dll.
4.      Karbamat : karbofuran, SPMC, dll. Dinitrofenol : Dinex, dll.


b.      (enam) Pengaruh penggunaan Pestisida
1.      Tanaman Yang Ditanam Rusak
Tanaman yang bagus adalah tanaman yang pertumbuhannya baik dan dapat dilihat dari kondisi tanaman apakah sehat atau tidak. Beberapa ilmuan dan peneliti memiliki beberapa kategorinya masing-masing karena setiap tanaman berbeda. Tanaman yang menggunakan pestisida berlebihan bisa dibilang berpotensi mengalami kerusakan. Kondisi seperti munculnya bercak pada daun, kondisi buah banyak yang rusak dan perubahan pada warna daun.
2.      Pertumbuhan Tanaman Tidak Normal
Penggunaan pestisida berlebihan tidak hanya menyebabkan tanaman rusak tetapi membuat pertumbuhan tanaman tidak normal. Kondisi seperti kerdil tidak hanya disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada tanaman tetapi bisa disebabkan karena penggunaan pestisida yang menyebabkan kerusakan pada tanaman sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Pertumbuhan demikian lebih menunjukkan ke arah negatif.

3.      Kandungan Nutrisi Tanaman Bercampur Dengan Pestisida
Beberapa tanaman yang memiliki lapisan kulit yang tipis akan lebih mudah menyerap cairan yang berada di atasnya. Hal ini bisa terjadi pada penggunaan pestisida. Beberapa petani menggunakan pestisida cair dengan teknik semprot karena sangat mudah dalam aplikasinya. Namun karakteristik tanaman yang memiliki lapisan kulit yang tipis atau tidak memiliki lapisan kulit akan lebih mudah menyerap pestisida jika dibandingkan dengan tanaman yang memiliki kulit yang tebal. Hal ini bisa berdampak pada kandungan nutrisi pada tanaman yang ditanaman bisa bercampur dengan pestisida.
4.      Predator Alami Berkurang
Hama pada tanaman pastinya berbeda-beda. Pada konsep rantai makanan pastinya setiap individu tidak hanya memiliki 1 predator saja. Misalnya ulat yang mengkonsumsi daun pada tanaman sehingga daun akan lebih mudah bolong dan muncul benjol-benjol terutama pada tanaman jambu. Pada saat hama ulat hilang tentunya menjadi keberkahan tersendiri. Namun hama pada jambu tidak hanya ulat saja, ada beberapa hama jambu seperti lalat buah. Bisa saja pada saat petani menyemprotkan cairan pestisida tidak menyebabkan hama lalat buah mati. Hal ini bisa menyebabkan masalah baru bukan ?.
5.      Muncul Hama Baru
Seperti penjelasan sebelumnya, berkurangnya hama predator alami pada tanaman berkurang bisa menyebabkan munculnya hama baru. Munculnya hama baru tentunya penggunaan pestisida akan lebih ditingkatkan sehingga penggunaan pestisida bisa berlebihan.
6.      Biaya Perawatan Lebih Mahal
Faktor hama predator alami berkurang dan muncul hama serta penyakit baru tanaman, dapat menyebabkan biaya perawatan tanaman lebih mahal. Oleh karena itu petani bisa mengantisipasi dengan menggunakan bahan alami dalam penggunaan pestisidanya. Walaupun membutuhkan jumlah yang lebih banyak, justru petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

9.      Pengaruh limbah pestisida untuk perairan
                                                      a.            Merusak ekosistem dan keanekragaman Hayati
Pestisida Terbukti Merusak Ekosistem Air, kualitas air, kuantitas air, Penelitian terbaru di Eropa dan Australia berhasil membuktikan dampak penggunaan pestisida terhadap rusaknya keanekaragaman hayati dalam sungai dan aliran air. Penggunaan pestisida mengurangi jumlah invertebrata di dua wilayah ini hingga 42%. Invertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang seperti amoeba, cacing, lalat, capung, kupu-kupu dsb. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the US Academy of Sciences (PNAS), (17/6).Mikhail A. Beketov dan Matthias Liess , menganalisis dampak pestisida seperti insektisida dan fungisida, terhadap keanekaragaman hayati invertebrata dalam air yang mengalir. Hasilnya, berdasarkan analisis data, tim peneliti menemukan kerusakan keanekaragaman hayati regional yang cukup signifikan, terutama berkurangnya jumlah serangga dalam air dan invertebrata air tawar yang lain. Perbedaan keanekaragaman hayati antara wilayah yang tercemar berat pestisida dan wilayah yang tidak tercemar mencapai 42% di Eropa dan 27% di Australia.
                                                      b.            Merusak Biota/Hewan air
Tim peneliti juga menemukan, berkurangnya keanekaragaman hayati juga dipicu oleh hilangnya sejumlah spesies akibat penggunaan pestisida. Spesies-spesies ini termasuk berbagai jenis serangga dan capung, yang menjadi sumber makanan penting bagi hewan-hewan lain dalam rantai makanan, termasuk bagi ikan dan burung. Keanekaragaman biologi dalam air hanya bisa dijaga oleh hewan-hewan ini, yang menjadi indikator kualitas air di wilayah-wilayah tersebut. Temuan lain yang mengkhawatirkan adalah, dampak pestisida terhadap hewan-hewan kecil ini sudah masuk dalam level yang sangat parah (catastrophic) sesuai dengan peraturan terbaru yang digariskan di Uni Eropa.
                                                       c.            Merusak rantai makanan
                                                      d.            Dan masih banyak lagi, pengaruh pestisida ini untuk perairan




Perhatikan gambar dibawah ini
untuk menjawab soal nomor 10-11
https://www.greeners.co/wp-content/uploads/2014/10/Butuh_180_Triliun_Untuk_Menghilangkan_Pemukiman_Kumuh_di_Indonesia.jpg
10.  Setelah kalian mengamati gambar tersebut, apakah sumber pencemaran yang paling dominan mencemari sungai? Jelaskan alasannya (2 alasan)
11.  Jelaskan kemungkinan dampaknya bagi mahluk hidup yang ada di dalam sungai dan manusia yang tinggal di sekitar sungai!



Jawaban ku,
10.  Setelah saya mengamati gambar tersebut dengan Mata Batin, sumber pencemaran yg dominan,
                               a.            Sampah Organik,
                              b.            Sampah Anorganik
                               c.            Sampah Rumah Tangga,
Ø  Detergen
Ø  Zat-zat kimia
Ø  Kotoran

11.  Kemungkinan dampak yg akan timbul,

                               a.            Dampak untuk dalam sungai
Ø  Apapun jenis Ikan yang hidup pada air itu sudah pasti mati, karena setelah melihat saja mulai dari warna air , Do, keasaman, kadar protein, kecerahan,pH, tidak Nampak seperti sebuah perairan namun terlihat seperti gumpalan racun-racun dan virus yang berlimpah ruah.
Ø  Ekosistem kehidupan microorganisme, organisme, jaringan menjadi hancur
Ø  Biota-biota akan sedikit, bahkan tidak ada
Ø  Bakteri sangat melimpah.

                              b.            Dampak untuk manusia
Ø  Tidak adanya sumber air untuk kehidupan, seperti
·         Sumber air minum
·         Sumber air mandi
·         Nyuci
·         Membersihkan tubuh
·         Membersihkan alat-alat

Ø  Limbah zat kimia dapat di temukan pada sabun, detergen, shampoo, sisa oli,  dapat menyebabkan  lingkungan air menjadi racun, dan bisa kembali lagi mempengaruhi oksigen pada udara
Ø  Disamping itu, menyebabkan banjir
Ø  Tertumpuknya sampah menjadi gunung-gunung racun
Ø  Bisa menyebabkan kematian


Tidak ada komentar:

KUIS MATERI DASAR TENTANG PENCEMARAN PERAIRAN

KUIS MATERI DASAR TENTANG PENCEMARAN PERAIRAN   DI SUSUN OLEH KHILAL ADITYA ( 20181542...